OSPMMU
![]()
Sejarah Singkat OSPMMU.
Organisasi
merupakan salah satu sarana untuk mencapai keberhasilan. Pengalaman dan
wawasan merupakan prasarat untuk menuju terbentuknya sebuah organisasi
yang baik. Dalam pada itu, santri PMMU sebagai calon pemimpin
diharapkan memiliki kemampuan, pengalaman, dan wawasan agar mampu
mengatur seluruh program untuk mencapai tujuan.
Berangkat dari eksistensi PMMU sebagai wahana pendidikan kader pemimpin umat, maka Organisasi Santri Pesantren Modern Misbahul Ulum (OSPMMU)
membina skill dan mental santri dengan pemberian tugas dan tanggung
jawab. Dengan demikian akan tumbuh jiwa kemandirian dan militansi yang
tinggi.
Sebelum terbentuk OSPMMU, sebelumnya sudah ada pra-organisasi, organisasi yang kecil ini keberadaannya adalah melatih santri/ah dalam berorganisasi, selain itu dibentuknya pra tersebut dikarenakan kekurangan anggota dan tidak membutuhkan banyak bagian-bagian dalam organisasi.
OSPMMU yang dibentuk baik putra dan putri, adalah salah satu wadah pembinaan kreatifitas santri. Organisasi ini menjadi wahana bagi santri dalam mengaplikasikan nilai dan sunnah Pondok Modern sebagai bekal hidup bermasyarakat. Maka pada dasarnya tugas pengasuhan santri bukan hanya menangani masalah disiplin santri, melainkan juga menjadi pembina organisasi, pembina disiplin, dan menjadi pembimbing sekaligus penyuluh santri. OSPMMU dan Koordinator Gerakan Pramuka merupakan tanggung jawab langsung pengasuhan santri. Untuk itu, semua kegiatan yang diadakan oleh OSPMMU dan Kepramukaan di bawah kendali dan bimbingan pengasuhan santri, seperti musyawarah kerja OSPMMU dan Koordinator di acara lainnya, muker asrama, dan lain sebagainya. Selain itu, Pengasuhan Santri menjadi pengendali disiplin bagi santri selama 24 jam baik secara langsung maupun melalui pengurus OSPMMU dan asrama-asrama. Dalam hal disiplin, pengasuhan santri lebih mengedepankan pendekatan kesadaran dan tindakan preventif serta tidak memakai hukuman jasmani. Dengan demikian jalannya disiplin santri menjadi lebih baik. Pengasuhan Santri juga berperan dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi para santri. Untuk lebih mengintensifkan penanganan disiplin, bimbingan dan penyuluhan, pengasuhan santri membentuk tim musyrif (pembimbing) dalam berbagai bidang, seperti bimbingan kelas lima dan enam, muhadhoroh & diskusi, kelompok, asrama-asrama, pelajaran sore, bahasa dan kelompok olahraga dan kesenian. Masing–masing pembimbing berperan langsung dalam menangani dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan santri/ah.
Organisasi ini diketuai oleh seorang ketua dan wakil ketua, dengan pengurus di bagian masing-masing dibagi menurut posisi dan kebutuhan. Dalam hal ini seluruh santri turut ambil bagian sebagai anggota, sedangkan pengurus dari kelas V dan VI. Pergantian pengurus diadakan setiap tahun sesuai dengan motto “Patah tumbuh hilang berganti” dan “Siap memimpin dan siap dipimpin”.
![]()
Musyawarah Kerja
Program kerja merupakan faktor penting untuk memajukan suatu
organisasi. Oleh karena itu, OSPMMU mengadakan Musyawarah Kerja (Muker)
untuk mengevaluasi kegiatan tiap bagian dan menambah program baru bila
perlu. Muker ini diikuti oleh seluruh pengurus OSPMMU dan dievakuasi
oleh Bagian Pengasuhan Santri, Bagian Bahasa Pusat dan unstaz/ah
lainnya baik yang terlibat langsung dengan bagian-bagian tertentu
ataupun tidak. Muker dilaksanakan setelah Bagian-bagian rampung dengan
ancangan program dan kerjanya. Kemudian diajukan ke sidang tuk dibahas
dan diklarifikasikan dengan jelas program kerja sesuai dengan bidang
dan bagian masing-masing.
![]()
Evaluasi Pengurus Asrama, Bagian dan Organisasi
Program kerja yang ada, atau tidak sesuai, atau ada tambahan dan lain
sebagainya maka akan diadakan evaluasi sesuai dengan bagian dan program
masing-masing, baik itu dengan anggota bagian, atau dengan ketua dan
wakil ketua organisasi, atau dengan pengasuhan dan ustaz/ah lainnya.
Dalam program organisasi evaluasi ini diadakan tiap minggu dan bulan,
baik antar pengurus asrama atau organisasi. Bila ada hal yang sangat
penting maka sidang evaluasi dapat dilaksanakan dengan segera atau
rapat lainnya.
Jabatan sebagai pengurus dalam organisasi bukanlah kedudukan yang diberikan pondok kepada santri, tetapi merupakan amanat dan tanggung jawab. Maka pada setiap akhir kepengurusan, pengurus lama melaporkan seluruh kegiatan dan hasil usahanya di hadapan Pimpinan Pondok dan seluruh santri/ah, yang dilanjutkan dengan serah terima amanat dari pengurus lama (kelas enam) kepada pengurus baru (kelas lima).
| Direktur Pesantren | |||||||
| Pengasuhan Santri | Bahasa Pusat | ||||||
|
| |||||||
| Ketua | OSPMMU | ||||||
| Wakil Ketua OSPMMU | Bag. Bahasa OSPMMU | ||||||
| Sekretaris | |||||||
| Bendahara | |||||||
| Bag. Keamanan | Bag. Ubudiah | Bag. Pengajaran | Bag. Olah Raga | Bag. Kesehatan | |||||
| Bag Kesenian dan Keterampilan | Bag. Penerimaan Tamu | Bag. Kebersihan Lingkungan | Bag. Humas | ||||||
| Anggota Seluruh Santri/ah PMMU | |||||||||
Visitors :3191 Org
Hits : 14397 hits
Month : 239 Users